Rabu, 05 Oktober 2016

Cabut Status Cekal Aguan, DPR: KPK ini Patut Diduga Alat Kepentingan & Kelompok Tertentu


Cabut Status Cekal Aguan, DPR: KPK ini Patut Diduga Alat Kepentingan & Kelompok Tertentu

Berita Islam 24H - KPK mencabut status cekal atau larangan bepergian ke luar negeri bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi'i mengaku kecewan terhadap langkah lembaga antirasuah tersebut.

"KPK ini patut diduga alat kepentingan dan kelompok tertentu. Karena apa, KPK seakan tidak ada inisiatif untuk menyelesaikan kasus-kasus besar. Padahal, tokoh, pakar dan elemen masyarakat sudah mendesak KPK untuk menuntaskan kasus seperti Century, BLBI, reklamasi Teluk Jakarta, dan Sumber Waras," kata Syafi'i kepada TeropongSenayan, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini menilai, KPK hanya berani menyelesaikan sejumlah kasus kecil saja. Padahal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Kejaksaan Agung telah memberikan sejumlah data atas dugaan adanya indikasi pelanggaran.

"KPK bergerak cepat kepada kasus-kasus kecil saja. Prestasi KPK itu ada, hanya karena operasi tangkap tangan (OTT). Kalo gitu RT/RW beri aja kewenangan penyadapan, saya kira nanti akan lebih objektif dari KPK," jelasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status cekal terhadap Sugianto Kusuma alias Aguan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya menganggap kesaksian yang diberikan Aguan dalam penyidikan dan di pengadilan sudah cukup. Hal itu pun menjadi pertimbangan KPK untuk tidak memperpanjang masa cegah Aguan bepergian ke luar negeri. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Tim Anies-Sandi Soroti e-KTP Palsu WN Cina di Jakarta, "Jangan-jangan Nanti Ikut Nyoblos"


Tim Anies-Sandi Soroti e-KTP Palsu WN Cina di Jakarta, "Jangan-jangan Nanti Ikut Nyoblos"

Berita Islam 24H - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ferry Juliantoro, mengkritisi masuknya warga negara Cina ke Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Disinyalir masuknya warga negara Cina itu tidak seperti disampaikan pemerintah, melainkan untuk mensukseskan pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017.

Warga negara Cina yang disampaikan pemerintah adalah turis dan bukan pekerja dari Negeri Tirai Bambu. Besarannya mencapai 10 juta turis asal Cina, sekaligus untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

“Dalam kenyataannya kan banyak yang menjadi buruh, mereka datang dari Cina dan menjadi pekerja disini,” kata Ferry kepada Aktual.com, Selasa (4/10).

Ferry juga menyoroti kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) palsu yang dimiliki beberapa warga negara Cina yang dicetak di Cina dan Perancis beberapa waktu lalu.

“Masa cetak e-KTP palsu dicina, jumlahnya banyak itu. Saya curiga ini digunakan untuk Pilkada, jangan-jangan nanti ikut nyoblos,” jelasnya.

Termasuk pernyataan Menteri Dalam (Mendagri) Negeri Tjahjo Kumolo yang mempertanyakan pemborong percetakan e-KTP pada upacara Hari Kesaktian Pancasila dikantornya, Selasa (4/10). Meski Tjahjo berbicara dalam konteks kasus yang menjerat eks Dirjen Dukcapil yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri, Irman, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini jadi pembahasan kita, kemarin pemalsuan e-KTP dikonfirmasi Pak Tjahjo, besar kemungkinan akan terjadi penyalahgunakaan oleh salah satu calon. Ini soal data!,” tegas Ferry. [beritaislam24h.com / ac]
Share:

'Memilih karena Faktor Agama itu Demokratis'


'Memilih karena Faktor Agama itu Demokratis'

Berita Islam 24H - Menguatnya isu suku agama rasa dan antargologan (SARA) dalam pemilihan Gubernur DKI tak luput dari perhatian Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan Advokasi, Busyro Muqqodas. Menurutnya bukan masalah ketika seseorang memilih pemimpin dari sisi agama.

Bahkan mantan Ketua KPK tersebut sempat mengutip pernyataan pengamat ekonomi Kwie Kian Gie. "SARA itu pengertiannya apa? Batasannya bagaimana? Kwie Kian Gie bilang kalau ada masyarakat Islam memilih karena faktor agama itu bukan sara. Tapi demokratis," ujar Busyro saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cikditiro, Yogyakarta, Rabu (5/10).

Ia menilai apa yang disampaikan oleh pengamat berdarah Cina itu perlu diperhatikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya Kwie Kian Gie merupakan warga keturunan Cina yang rasional dan peduli terhadap masyarakat.

Busro bahkan meminta agar masyarakat berhati-hati terhadap isu SARA yang sering digembar-gemborkan menjelang Pilkada akhir-akhir ini. Lantaran isu tersebut dapat dijadikan kekuatan oleh pihak tertentu untuk memukul pihak lain. Caranya dengan menggunakan media untuk membius masyarakat. Sehingga masyarakat berpikir bahwa pilihan karena faktor agama merupakan ranah sara yang tidak dibenarkan.

"Membius masyarakat dengan media ini yang dinamakan hegemoni. Jangan sampai terjebak dalam hegemoni yang dibentuk oleh pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Meski demikian, ahli hukum UII tersebut menjelaskan, pada dasarnya menjelek-jelekkan keyakinan seseorang tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun. Begitu pula Islam mengajarkan pada umatnya untuk tidak menjelek-jelekkan pemeluk agama lain. Jika ke depannya ditemukan pelanggaran Pilkada yang bersifat SARA, Busro mengatakan, hal tersebut akan ditangani oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Oknum TNI Ngamuk di Diler, Komputer Dibanting dan Motor Diinjak-injak


Oknum TNI Ngamuk di Diler, Komputer Dibanting dan Motor Diinjak-injak

Berita Islam 24H - Sertu Abdul Djabar Ollon, oknum TNI-AD yang sehari-hari bertugas sebagai Provost di Korem 152 Babullah Ternate, sekira pukul 10.30 WIT mengamuk dan merusakan sejumlah komputer dan kendaraan roda dua milik diler PT Nusantara Sakti Ternate, Maluku Utara.

Karyawan PT Nusantara Surya Sakti Ternate, Abi, menuturkan oknum anggota TNI berseragam lengkap tersebut awalnya datang dan menemui dua karyawan untuk membicarakan terkait kredit pinjamannya. Entah hasil pembicaraan seperti apa, dirinya emosi dan langsung merusak sejumlah komputer di depannya.

"Dia (oknum TNI) temui pak Heru di bagian pengurusan BPKB dan STNK, selanjutnya ke marketing kami bernama Anti, entah kenapa dia langsung mengamuk dan merusaki komputer dan sejumlah sepeda motor," kata Abi saat ditemui di kantornya di Ternate, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, enam unit monitor komputer dan satu printer yang ada di dekatnya, diangkat kemudian dibanting ke lantai sehingga rusak serta berantakan. "Selain banting ada yang dia tendang dan dorong sehingga jatuh ke lantai," ujarnya.

Usai merusaki komputer, pelaku menuju sejumlah sepeda motor yang dipajang di showroom, kemudian menendang kendaraan itu hingga roboh ke lantai. Tidak sampai disitu saja, lanjut Abi, dengan suara yang keras pelaku juga menginjak-injak bodi sepeda motor yang sudah roboh tersebut.

"Jadi setelah merusak monitor komputer dan printer, dia kemudian menendang empat sepeda motor ini dan roboh," tegas Abi.

Abi sendiri sangat menyesalkan tindakan oknum TNI ini, karena selaku aparat negara yang menegakkan hukum seharusnya menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

"Kita sesali tindakan aparat seperti ini, seharusnya jika ada masalah bisa dibicarakan baik-baik bukan mengamuk dan merusak fasilitas seperti ini. Karena kalau ada karyawan kami yang salah dalam pelayanan sudah pasti kami proses," cetusnya.

Danpom TNI-AD Pattimira XVI/I Ternate, Letkol Cpm Yulius Amra, dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus ini dan sementara ditindaklanjuti. "Kita sudah terima laporannya, sekarang masih diselidiki," singkatnya. [beritaislam24h.com / ozc]
Share:

Kapolsek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ruang Kerjanya

Ilustrasi gantung diri

Kapolsek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ruang Kerjanya

Berita Islam 24H - Kapolsek Karangsembung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman, ditemukan tewas karena gantung diri di ruang kerjanya, Rabu (5/10). Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Budi Haryanto membenarkan kejadian tersebut.

"Informasinya begitu, ditangani Polres Kebumen," katanya, Rabu (5/10)

Dari informasi yang diperoleh Nyariman tewas gantung diri di ruang kerjanya yang dalam kondisi terkunci dari dalam. Kejadian itu diduga bermula ketika Nyariman menjanjikan anak salah seorang anak buahnya untuk dibantu masuk ke Sekolah Calon Bintara.

Untuk bisa masuk, Nyariman diduga meminta uang pelicin sebesar Rp 250 juta. Namun, anak yang dibantunya tersebut gagal masuk Secaba dan uang sebesar Rp 250 juta dikembalikan. Permasalahan itu sendiri sudah dimusyawarahkan dengan unsur pimpinan Polres Kebumen.

Nyariman yang kemudian masuk ke ruang kerjanya ternyata tidak kunjung keluar usai musyawarah untuk menyelesaikan permasalahannya itu. Ketika dicek, Nyariman sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Beredar Kabar, Jokowi Berada di Belakang Ruhut Rusak Partai Demokrat


Beredar Kabar, Jokowi Berada di Belakang Ruhut Rusak Partai Demokrat

Berita Islam 24H - Berdasarkan informasi sebuah sumber, kabarnya Presiden Joko Widodo berada di belakang politisi Ruhut Sitompul yang berupaya merusak Partai Demokrat.

Isu gawat itu diungkapkan politisi Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_AA. “Saya mendapat kabar, Presiden Jokowi berada di belakang Ruhut Sitompul merusak Partai Demokrat, Jokowi takut Agus Yudhoyono menang Pilgub,” ungkap @AndiArief_AA.

Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu pun mempertanyakan terlibatnya Ruhut Sitompul dalam pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017.

“PDI-P tidak terlalu miskin kader, kenapa pula harus butuh bantuan Ruhut Sitompul di Pilgub DKI, apa terlalu tegang sehingga butuh humor? PDI-P sedang bermasalah dengan elektabilitas, sehingga butuh bantuan Ruhut Sitompul,” tulis @AndiArief_AA.

Sindiran keras juga dilontarkan Andi Arief soal dukungan Ruhut ke Ahok. “Ruhut Sitompul bendanya ada terlihat publik, itu pun dicuri PDI-P dan Jokowi. Nah, bagaimana terhadap yang tak terlihat seperti uang negara?” sindir @AndiArief_AA.

Terkait posisi Ruhut yang didaulat sebagai salah satu sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menghormati segala perbedaan pendapat ketika partai belum mengambil keputusan kepada siapa dukungan diberikan. Namun, setelah keputusan diambil, maka seluruh kader wajib menjalankan instruksi yang diberikan pimpinan. [beritaislam24h.com / ici]
Share:

[video] Ahok Klaim Dijamin Masuk Surga, Pakar Kristologi: Emang Surga Milik Nenek Moyangnya!


[video] Ahok Klaim Dijamin Masuk Surga, Pakar Kristologi: Emang Surga Milik Nenek Moyangnya!

Berita Islam 24H - Sebagai pakar Kristologi, Ustadz Insan Mokoginta merasa terusik dengan sikap takabbur alias sombong Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Video yang diunggah oleh Kominfomas, Pemprov DKI di Youtube itu menayangkan pernyataan Ahok yang sangat emosional, dalam Rapat Pimpinan Progres Pembangunan Tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara), Kamal Muara, pada Senin (19/9/2016) lalu.

Dalam video tersebut, Ahok sesumbar dengan nada emosi, menyatakan bahwa dia sebagai orang beriman yang dijamin masuk surga.

“Imannya apa? Gue kasih tahu lo iman seperti apa. Kenapa saya nggak pernah takut kehilangan jabatan. Karena saya tahu jabatan itu Tuhan yang kasih. Kenapa saya nggak pernah takut saya mati karena saya tahu saya pasti masuk surga dan dapat rumah, dapat makan. Itu jaminan mati saya,” kata Ahok.

Tak hanya itu, Ahok juga mengklaim dirinya sebagai pengikut Nabi Isa. Atas dasar itulah, ia berkali-kali berkata dijamin masuk surga.

“Saya pengikut Nabi Isa, jelas janjinya. Pasti masuk surga, pasti dapat rumah, pasti makan. Itu iman saya,” lanjut Ahok.

Menyikapi hal itu, Ustadz Insan Mokoginta menyebut pernyataan Ahok sangat tidak tepat. Jika hal itu dilakukan Ahok di gereja atau dihadapan jemaat Kristen, tidak masalah, tetapi itu justru disampaikan Ahok di hadapan pejabat Pemprov DKI yang notabene diperkirakan mayoritas Muslim.

Selain itu, Ustadz Insan Mokoginta juga menduga ada misi Kristenisasi terselubung di balik pernyataan Ahok dan beredarnya video tersebut.

Ustadz Insan mendesak Ormas Islam agar mengambil sikap tegas, terkait video Ahok, lantaran adanya dugaan SARA. Indikasinya, pernyataan emosional Ahok itu diduga sengaja diarahkan kepada umat Islam. Dengan menyebut idiom atau kata-kata yang selama ini akrab di kalangan umat Islam.

“Itu namanya iman. Bukan cuma ngomong doang iman. Masih ngomong iman iman, sembahyang apa iman, iman. Imannya apa? Gue kasih tahu lo iman seperti apa. Kenapa saya nggak pernah takut kehilangan jabatan,” tutur Ahok.

Terakhir, mengenai Klaim Ahok dijamin masuk surga dan sebagai pengikut Nabi Isa. Ustadz Insan membantah hal tersebut.

“Emang Surga milik nenek moyangnya?” ucapnya.

Dalam iman Kristen sendiri, tidak cukup orang mengaku beriman saja, kemudian dia dijamin masuk surga.

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yakobus 2 : 14).

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yakobus 2 : 20).

Kemudian, Ahok yang mengaku menjadi pengikut Nabi Isa, hal itu juga merupakan pengakuan dusta. Sebab, jika dia mengaku pengikut Nabi Isa, pasti tidak akan menjadi menjadikannya sebagai Tuhan. Hal itu diungkapkan dalam Bible.

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12 : 29).

Apalagi di dalam Al-Qur’an, dengan tegas Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah : 72).

Jika demikian, pantaskah Ahok mengklaim sebagai pengikut Nabi Isa dan dijamin masuk surga?



Share:

Copyright © tribrata-news.com | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com